Pada ulasan berikut ini merupakan  sepeda BSA yang kedua, yang saya dapat dari seorang petani di daerah Solo. Seorang bapak yang sudah berusia sangat tua ini seorang pejuang kemerdekaan, yang kemudian mencari nafkah dari bertani, setiap hari dia pulang-pergi ke sawah menggunakan BSA wings. Karena saya tidak lama berada disana, sana minta tolong teman yang tinggal di dekat daerah tersebut, untuk merayu si bapak tersebut untuk menjual sepedanya, awalnya si bapak menolak karena sepeda tersebut sudah dia miliki, entah bagaimana teman saya merayunya, tidak butuh waktu lama untuk mengambil sepeda tersebut.

Sayang saya tidak mendokumentasikan sepeda ini pada saat masih di Solo, sepeda utuh tanpa cacat dan, hanya saja velg sudah keropos karena sepeda untuk ke sawah. Tapi bagian sepeda yg lain tetap pada posisinya. Sampai sekarangpun saya masih belum tau pasti apa nama asli dari sepeda BSA model ini.

Di Indonesia, BSA model ini dikenal dengan nama BSA wings, karena memiliki logo BSA dengan desain menyerupai tanda panah yang terbalik dan memiliki saya pada sisi kanan-kiri. BSA dengan logo tersebut merupakan logo perubahan dari logo BSA terdahulu.

Mengenai tahun produksi nya saya kurang tahu pasti, tetapi bila melihat dari perubahan logo, bentuk semua keni nya, BSA model ini diproduksi sekitar tahun 1950an. Waktu yang diperlukan untuk mengembalikan pada kondisi terbaiknya tidak memerlukan waktu lama, karena semua part asli tetap utuh dan tidak banyak perbaikan. Hanya saja persneleng 3 speed yang rusak, memakan waktu yang panjang untuk mengembalikannya ke kondisi normal, diperlukan waktu 2 tahun hanya untuk mencari dan mengganti  persneleng yang telah rusak. Persneleng BSA memiliki bagian-bagian yang secara keseluruhan berbeda dengan merk lain seperti Sturmey Archer dll, part bagian dalam nya berukuran dan memiliki bentuk yang sangat berbeda, sehingga tidak bisa menggunakan dengan merk lain sebagai penggantinya. Ini menunjukkan bahwa BSA sangat detail dalam pembuatan serta perhitungan yang matang dalam suatu produksi, tidak mencontek dari merk lain atau menggunakan merk lain kedalam sepeda produksi mereka.

Saya tampilkan foto-fotnya yang mungkin saja berguna bagi yang sedang melakukan restorasi sepeda BSA serupa dengan miliki saya ini.
Berikut ini foto-foto beserta ulasannya dan selamat menikmati.

1. Stang BSA

2. Fork Depan-Belakang, hub BSA

3. Persneleng BSA 3 speed

Persneleng bumbung 3 speed, setelah melewati proses perbaikan yang melelahkan, dua tahun bukan waktu yang sebentar hanya untuk mengembalikan ke kondisi normal.

4. Frame

5. Rem BSA

6. Sadel Terry

7. Gir BSA

8. Pedal BSA

9. Velg dunlop

10. Asesoris Lampu, Dinamo dan bel Lucas serta boncengan bawaan sepeda

Berikut ini tampak utuh sepeda tersebut:

Pada tulisan dalam ” Kok BSA sih? ” saya menjelaskan mengenai derajat kemiringan komstir pada sepeda BSA, contohnya dapat dilihat pada BSA Wings ini. Diantara BSA yang saya tahu dan dibanding dengan sepeda BSA milik saya yang lainnya, model inilah yang desain komstir nya paling tegak dibanding yang lain.
Memang pada saat mengendarainya terasa kurang nyaman, karena tumpuan beban terfokus pada lengan, tapi disaat yang sama saya merasa bahwa mengendarainya layaknya sepeda balap, sepeda menjadi mudah dikendalikan dan kitapun menjadi lebih lincah dalam mengayuh pedal dan mengendalikannya.

Memang semua memiliki keunggulan, tujuan dan konsep masing-masing dalam setiap produk nya.

Semoga bermanfaat..